Blog EntrySIAPAKAH PELAKU ’PEMBUNUHAN’ ITU?May 17, '08 9:17 PM
for everyone

Sekitar pukul 09.49 WIB, rombongan ini melintas di wilayah Ngawi, Jawa Timur menuju Sragen, Solo. Namun saat berada di perbatasan Ngawi-Sragen, tepatnya di kawasan hutan Widodaren, sepeda motor besar yang tunggangi Sophan menghantam lubang besar. Seketika itu juga, sepeda motor tersebut oleng dan akhirnya terjatuh. [dari: detik.com]

 

Semoga arwah seniman yang juga politisi itu diterima di sisi-Nya. Banyak hal bisa dicatat dari kejadian ini. Salah satu di antaranya, adalah bahwa pihak mana yang memegang amanat membangun dan merawat jalan raya, dan membiarkannya rusak berlubang-lubang seperti itu, secara tidak langsung adalah ’’pelaku pembunuhan’’ atau terlibat dalam urusan ’hilang’-nya nyawa/jiwa orang, manusia, bukan hanya Sophan Sophiaan, tetapi juga sekian banyak jiwa yang lain. [pembaca peduli]

11 CommentsChronological   Reverse   Threaded
erryocha wrote on May 17
Sapa ya, banyak pihak terkait neh...!
oyi77 wrote on May 17
udah nasibnya pakk
bunkam wrote on May 18
http://bunkam.multiply.com/journal/item/66/Sang_Lobang_tidak_mau_minggir.....Selamat_jalan_Sophan_Sopiaan?replies_read=7

Moge…motor gedhe dan kebut2an motor.

Terlalu sering berita konvoi moge juga kebut2an motor sangat dibenci masyarakat umum.

Bagaimana segerombolan moge yang menyerobot jalur, memacetkan jalan dan tanpa perasaan mesin2 gemuruhnya menggertak dan mengagetkan pengguna jalan.

Peristiwa tragis yang dialami Sophan Sopiaan semoga menjadi hikmah bagi semua pihak. Sungguh disayangkan, apabila untuk menyadarkan banyak pihak harus “mengorbankan” putra dan budayawan terbaik bangsa. Takdir atau what ever lah…..yang jelas kepergian beliau haru menjadi bahan instropeksi.

Pemerinta melalui Departemen dan Dinas terkait harus memperhatikan jalan-jalan yang berlobang. Lobang sedikit harus segera diperbaiki jangan menunggu lobang menjadi kolam ikan dan baru diperbaiki setelah jatuh korban.

Biaya untuk memperbaiki lobang sewaktu masih 20cm tentu lebih sedikit disbanding setelah lobang menjadi kolam ikan.
Tapi dasar…..semua diukur dengan “proyek”. Kalau kerusakan sudah parah berarti proyek bernilai besar.

Kecepatan : menurut berita kecepatan konvoi 70KM/jam….Moge dengan kecepatan segitu sepertinya gak mungkin.. Tapi percaya aja deh….

Show of Power : Konvoi motor gede…identik dengan pamer kekuatan, kesombongan dan arogansi. Memang kegiatan itu tentu sudah mengantongi ijin dan menggunakan biaya yang sangat besar. So cenderung mendorong pelaku untuk sok berkuasa, merasa penguasa jalan, penguasa bahan bakar…pokoknya semua yang menghalangi harus minggir.
Dan pada saat ada LOBANG, ternyata sang lobang tidak mau minggir…..dihajarlah lobang itu. Ohhh my God ......

Di tengah-tengah krisis ekonomi dan BBM, para Moge sungguh tidak mempunyai “sense of crisis” justru berlindung di balik moment bersejarah “100 tahun Kebangkitan Nasional” untuk “menghalalkan” Show of Powernya.

Hentikan konvoi Moge di jalan-jalan umum sekarang juga!!!

Cukuplah Bung Sophan Sopiaan menjadi korbannya. Semoga pengorbanan beliau tidak sia-sia. Semoga arwah beliau mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya. Amiin.
bonarine wrote on May 18
ini saya baru datang dari gindanglegi (malang selatan) terus ke ponggok (blitar) semuanya urusan pengantenan. oh ya, bersama pak kuswinartone saya naik motor. motor kecil, ga punya moge soale. lah ternyata dijalur malang-blitar banyak juga lobang (apa lubang ya, dah lupa ejaan nih bahahahaya tenan) yang potensial ''membunuh'' manusia.
bonarine wrote on May 18
soal keributan, kecemburuan sosial, dll terkait motor gede, di jakarta juga sempat rame. sekian banyak komentar, ketika detik.com menurunkan bahwa ada pihak yang mengatasnamakan organisasi pemilik moge minta moge bisa melintas di tol seperti di luar negri, wouw sembilan puluh sembilan koma sembilan prosen berang, dan nyuruh pemilik moge yang pengin melenggang di jalan bebas hambatan (tenane?) itu pindah ke luar negri (ngusir nih ye:).
bonarine wrote on May 18
Sapa ya, banyak pihak terkait neh...!
terutama pihak yang berwajib, lalu bersunat, dan kemudian pihak yang ber-mubah:))
bonarine wrote on May 18
oyi77 said
udah nasibnya pakk
lah, bahaya tenan kuwi, kalau kalimat seperti itu dijatuhkan di sembarang tempat. tenan kuwi. kapan orang bangkit melawan penindasan, ketidakadilan, kejahatan.... kalau terus dipupus, "lah ya wis nasib." trus ora bakal ana wong lapor kemalingan, ora ana wong merkarakke pembunuhan, yen diselesaikan dengan "lah wis nasibe" ngoono kuwi. apa sampeyan mau bilang, "kalau diperkosa, ya nasib, ya dinikmati saja, gitu?" hayo....
pikanisa wrote on May 18
wekeke... satu nafas dalam perjuangan. semoga... nafas perjuangan sampeyan tidak terhenti pada jalur pengkotak-kota-an Pak Bon. Aminnnnnnnn
bunkam wrote on May 18
"kalau diperkosa, ya nasib, ya dinikmati saja, gitu?" hayo..
habis enak sih............hussss.....sorry :D
bungamalam wrote on Jun 5
Kecemburaun sosial sering kali menjadi pemicu kericuhan yang seharusnya tidak diricuhkan...tul nggak
bonarine wrote on Jun 6
jangankan kecemburuan sosial, kecemburuan soijan saja bisa mengubah gerimis menjadi banjir bandang kok.... lah ada hubungannya gak ya?
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help