bonari's posts with tag: beritaku

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag beritaku
ReviewBuruh Migran Hongkong Baca Cerpen di PonorogoJan 9, '08 11:38 PM
for everyone
Category:Other
Surabaya | Surya Online - Forum Budaya Buruh Migran Indonesia (FBBMI) bekerja sama dengan Dewan Kesenian Ponorogo (DKP) dan Disnaker Ponorogo menggelar kegiatan pembacaan cerita pendek (Cerpen) karya buruh migran Indonesia di Hongkong.

Bonari Nabonenar, salah seorang penggerak sastra buruh migran, menjelaskan, kegiatan yang digelar 15 Januari 2008 di Kantor Disnaker Ponorogo itu juga diramaikan dengan bedah buku karya buruh migran Indonesia.

"Cerpen-cerpen yang dibacakan adalah karya Mei Suwartini, mantan buruh migran dan Tanti yang sekarang masih bekerja di Hongkong. Keduanya berasal dari Ponorogo. Buku kumpulan cerpen yang dibedah adalah karya Tanti berjudul Surat Buat Kang Narto," katanya di Surabaya, Rabu (9/1).

Bedah buku akan menampilkan pembicara Sutedjo MHum, penulis yang juga kandidat doktor sastra di Unesa dengan dipandu Wahidin Ronowijoyo (Ketua DKP). Pada kesempatan itu, Tanti juga akan "hadir" lewat suaranya yang direkam disertai pembacaan salah satu cerpennya.

Selain itu, kegiatan tersebut juga diramaikan dengan pameran ratusan foto bertema, "Hongkong dan TKI Kita". Foto-foto tersebut merupakan karya dari para buruh migran Hongkong yang mengabadikan berbagai peristiwa dan lokasi di tempatnya bekerja.

FBBMI sendiri menurut Bonari, didirikan oleh sejumlah buruh migran Indonesia yang bekerja di Hongkong pada 17 Oktober 2007 lalu di Trenggalek, Jatim bersamaan dengan kegiatan dengan diskusi bertema, "Orang Kampung dan Globalisasi".

Menurut dia, FBBMI menjadi wadah untuk memfasilitasi para buruh yang mengambil cuti dan hendak menggelar pentas seni atau kegiatan budaya lainnya di Indonesia. Forum itu, juga akan menjadi wadah konsultasi buruh migran yang hendak menerbitkan buku.

"Kebetulan Wina Karnie juga menjadi Ketua Forum Lingkar Pena (FLP) Cabang Hongkong, yang merupakan organisasi para penulis," kata Ketua Paguyuban Pengarang Sastra Jawa Surabaya (PPSJS) itu.

Menurut dia, forum itu dibentuk karena selama ini lembaga pembelaan atau advokasi kaum buruh migram sudah banyak berdiri, sedangkan untuk menjembatani kegiatan budaya bagi mereka belum pernah ada, khususnya ketika mereka berada di Tanah Air. ant

SURYA, 9 Jan 2008

Blog EntryTKW di Hongkong Terbitkan 16 BukuDec 3, '07 11:12 AM
for everyone

 

Surabaya (ANTARA News) - Sejumlah Tenaga Kerja Wanita (TKW) dari Indonesia yang bekerja di Hongkong akan menerbitkan 16 buku fiksi kumpulan cerita pendek (kumcer), opini dan kisah nyata dengan dukungan dari Forum Budaya Buruh Migran Indonesia (FBBMI).

Bonari Nabonenar, salah seorang penggerak sastra buruh migran kepada ANTARA News di Surabaya, Jumat mengemukakan bahwa editing naskah dari buku-buku yang akan diterbitkan awal 2008 itu sudah selesai.

"Editornya saya sendiri bersama dengan Kuswinarto dan saat tinggal menyusun desain covernya saja," kata lulusan IKIP Surabaya (kini Universitas Negeri Surabaya atau Unesa) itu.

Buku-buku yang akan diterbitkan umumnya kumpulan cerpen yang dihasilkan secara bersama-sama, yakni dari Forum Lingkar Pena (FLP), Sanggar Kossta, nominator Lomba Cipta Cerpen TKI Hongkong 2007.

Untuk kumcer perorangan, antara lain adalah karya dari Hartanti, Wina Karni, Lik Kismawati, Etik Juwita, Andina Respati, Nadia Cahyani, Niswana Ilma, Nera Andianti, Isdiana, Eni Kusuma, Tania Roos.

Selain itu juga ada kumpulan kisah nyata dan kumpulan opini dari para TKW.

Menurut Bonari, penerbitan itu dilakukan sebagai upaya untuk terus mewadahi karya-karya para "duta bangsa" itu yang saat ini terus menunjukkan perkembangan mengembirakan, baik dari segi jumlah maupun kualitasnya.

Fenomena buruh migran menulis ini mencuat terutama sejak 2005. Dari para pekerja rumah tangga asal Indonesia yang bekerja dan yang pernah bekerja di Hongkong telah lahir banyak karya yang dibukukan.

"Misalnya novel Ranting Sakura, memoar Sang Kungyan karya Maria Bo Niok, Panari Naga Kecil kumpulan cerpen Tarini Sorrita, Catatan Harian Seorang Pramuwisma karya Rini Widyawati, Majikanku Empu Sendok karya Denok K Rokhmatika, Perempuan Negeri Beton kumpulan cerpen Wina Karnie dan buku motivasi Anda Luar Biasa!!! karya Eni Kusuma," katanya.

Menurut Bonari, saat ini di Hongkong telah berdiri sanggar penulisan atau sanggar sastra, seperti Komunitas Perantau Nusantara, Cafe de Kossta dan FLP. Sejumlah kegiatan telah digelar oleh sanggar-sanggar itu untuk mengembangkan budaya menulis.

"Terhadap para TKW yang aktif di dunia penulisan, baik sastra maupun nonsastra sepantasnya kita memberikan apresiasi, penghargaan, dukungan semangat, karena pada kenyataannya mereka bukan hanya menguntungkan negara dengan sumbangan devisa, tetapi juga membantu membangun proyek kebudayaan `Indonesia Membaca`," katanya.

Dikatakannya, tulisan-tulisan para buruh migran itu adalah sumbangan kebudayaan yang tiada terkira harganya, karena selain dapat dinikmati sebagai karya seni (sastra) sekaligus juga merupakan sumber bahan kajian budaya, khususnya berkaitan dengan problematika perburuhan. (*)

 

Copyright © 2007 ANTARA

23-11-2007


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help