| Start: | Oct 15, '07 2:00p |
| End: | Oct 17, '07 |
[1]
saksikan pameran foto:
HONG KONG DAN TKI KITA
TGL: 15 - 17 okt 2007
DI: dESA Cakul,Kec. Dongko, Kabupaten Trenggalek (Di
Rumah Bapak Sugimin, Kepala Dusun Nglaran)
Tgl 17 Okt (Malam): ada Diskusi Kebudayaan
bersama:
Bonari Nabonenar (pengarang), WinaKarnie (Mantan TKI
HK, wartawan Tabloid Apakabar Indonesia).
Tema diskusinya: ORANG KAMPUNG DAN GLOBALISASI
Sekalian Peluncuran:
FORUM BUDAYA BURUH MIGRAN INDONESIA
INFO lain: +62818374238 [bonari]
Atau: fbbmi@yahoo.com
D A N
[2]
Rencana Penerbitan Buku
Karya Buruh Migran (TKI Hong Kong)
Fenomena ’buruh migran menulis’ mencuat belakangan
ini, terutama sejak 2005. Dari para pekerja rumah
tangga asal Indonesia yang bekerja (dan yang pernah
bekerja di Hong Kong) khususnya, telah lahir
buku-buku, antara lain novel Ranting Sakura, memoar
Sang Kungyan, (Maria Bo Niok), Panari Naga Kecil
(kumpulan cerpen Tarini Sorrita), Catatan Harian
Seorang Pramuwisma (Rini Widyawati), Majikanku Empu
Sendok (Denok K Rokhmatika), Perempuan Negeri Beton
(kumpulan cerpen Wina Karnie), motivasi Anda Luar
Biasa!!! (Eni Kusuma).
Di Hong Kong, bahkan telah berdiri sanggar penulisan
atau sanggar sastra: Komunitas Perantau Nusantara,
Café de Kossta, dan Forum Lingkar Pena (Cabang Hong
Kong). Pada Juli 2005 Café de Kossta mengadakan
workshop penulisan di City University of Hong Kong
(Kowloon Tong) yang diikuti 105 orang. Para (penulis)
migran atau yang menurut Budi Darma lebih tepat
disebut sebagai diaspora itu tidak hanya
memublikasikan tulisan-tulisan mereka di media
(berbahasa Indonesia) yang terbit di Hong Kong
seperti: Apakabar, Berita Indonesia, Intermezo,
Peduli, Suara, tetapi juga di media yang diterbitkan
di Indonesia seperti Jawa Pos, Kompas, Surya, Suara
Merdeka, dan Sinar Harapan. Beberapa TKI-HK bahkan
dikenal sebagai kontributor tetap media yang terbit di
HK maupun di Indonesia, seperti: Ida Permatasari, Wina
Karnie, Tania Roos, Kristina Dian Safitri, Nining
Indarti, Lik Kismawati.
Terhadap para TKI yang aktif di dunia penulisan (baik
sastra maupun nonsastra) sepantasnya kita memberikan
apresiasi, penghargaan, dukungan semangat, karena pada
kenyataannya mereka bukan hanya menguntungkan negara
dengan sumbangan devisa, tetapi juga membantu
membangun proyek kebudayaan ’’Indonesia Membaca’’.
Tulisan-tulisan para buruh migran, para TKI, atau
para diaspora itu adalah sumbangan kebudayaan yang
tiada terkira harganya, karena selain dapat dinikmati
sebagai karya seni (sastra) sekaligus juga merupakan
sumber bahan kajian budaya (khususnya berkaitan dengan
problematika perburuhan) yang sangat bagus karena
ditulis oleh para buruh itu sendiri atau merupakan
informasi dari sumber pertama. Oleh karena itu, Forum
Budaya Buruh Migran bekerjasama dengan Penerbit
bertekad menerbitkan karya-karya para ’’sastrawati
diaspora’’ (kebetulan para TKI Hong Kong semuanya
perempuan) itu, dan kemudian --jika kelak mendapatkan
dukungan dari pihak-pihak yang memandang ’’proyek
kebudayaan’’ ini sebagai kegiatan yang positif-- akan
melakukan peluncurannya dalam kerangka gelar Festival
Sastra Buruh 2008.
Kini sedang dalam persiapan, 16 buku ’’Sastra Buruh
Migran’’ karya para TKI-HK diharap bisa diterbitkan
selambatnya Januari 2008.
[a] 16 buku itu [masing-masing dicetak 2.000 kopi]
adalah:
1 buku kumpulan cerpen (kumcer) Forum Lingkar Pena HK
1 buku kumcer Sanggar Kossta
1 buku kumcer Nominator Lomba Cipta Cerpen TKI-HK 2007
1 buku kumcer Hartanti
1 buku kumcer Wina Karni
1 buku kumcer Lik Kismawati
1 buku kumcer Etik Juwita
1 buku kumcer Andina Respati
1 buku kumcer Nadia Cahyani
1 buku kumcer Niswana Ilma
1 buku kumcer Nera Andianti
1 buku kumcer Isdiana
1 buku kumcer Eni Kusuma
1 buku kumcer Tania Roos
1 buku kumpulan kisah nyata
1 buku kumpulan opini